Wednesday, September 9, 2009

sore itu...

Saya sedang berbaring membaca buku. Sebuah pertanyaan dari manusia di sebelah saya membuat saya terbengong. Tidak menyangka bahwa saat seperti ini akan sampai juga kepada saya.

Manusia undurundur:
Jika manusia undurundur itu ada di sampingmu, kamu akan menanyakan apa kepadanya?


Saya belum tersadar sepenuhnya. Diam, tapi mata saya masih terpaku pada hurufhuruf yang ada dalam buku. Konsentrasi saya pecah sudah.

Saya:
Apa?


Saya tidak berani mengalihkan mata saya dari buku yang saya baca. Saya dengar ia tertawa. Tawa yang membuat saya tidak tenang.

Manusia undurundur:
Kamu belum jawab pertanyaanku tadi. Kalau manusia undurundur yang ada dalam ceritamu itu ada di sini, kamu mau apa?


Saya terpaksa menurunkan buku saya dan menoleh ke arahnya. Sial! Saya tidak suka udara di sekitar saya. Kenapa begini? Wajah saya panas. Sial! Sekali lagi.

Saya:
Tidak akan tanya apaapa.


Jawaban bodoh. Rutuk saya. Ini pasti menggiring ke arah pertanyaan lain yang akan membuat saya semakin jengah dan terperangkap. Lihat ia tenang sekali.

Manusia undurundur:
Kenapa?


Saya:
Tidak kenapakenapa. Memang tidak akan bertanya saja. Tidak ada yang perlu ditanyakan.


Manusia undurundur:
Aku kok sepertinya kenal dengan manusia yang kamu tulis itu ya? Familiar.


Ya iyalah, batin saya. Mati saya sudah. Ketahuan. Saya tidak berani memandang ke arahnya. Begitu ia melihat mata saya, semua akan terlihat di sana. Mampus saya.

Manusia undurundur:
Itu aku kan?


Saya sudah tidak tahu bagaimana wajah saya. Pencuri yang ketahuan aksinya. Sudah kepalang basah, basah sekalian lah. Dengan wajah dan suara yang ditenangkan saya menjawab.

Saya:
Kok kamu yakin sekali?
(lantas tawa saya pecah, terbahak)

Manusia undurundur:
Terasa saja. Itu aku kan?


Saya tidak menjawabnya. Saya hanya tertawa. Tawa sudah cukup bukan untuk menjawab pertanyaan itu? Semua sudah jelas. Saya memandangnya dan ia memandang saya.

Sore itu …

08.09.09 23.42…

1 comment:

Anonymous said...

tokek di balik lemari
mengamati yang sedang terjadi
tokek di malam sepi
tau hal ini bisa terjadi

manusia bertanya pada tokek
jawabannya perjudian
tokek bertanya pada tokek
jawabannya perenungan

tokek bukan si bongkok dari Notre Dame
bukan pula si pungguk yang merindukan bulan

tokekakutokekakutokekakutokek